Menu Utama

Showing posts with label IbuNda Harus Tau. Show all posts
Showing posts with label IbuNda Harus Tau. Show all posts

Tuesday, August 5, 2014

Doa anak shalih


Sesungguhnya memiliki anak-anak shalih/shalihah adalah dambaan setiap orangtua. Tetapi untuk memilikinya tentunya harus ada ikhtiar yang kita tempuh. Mengharapkan anak yang shalih/shalihah tentunya harus diiringi pula dengan upaya kita menshalihkan diri, karena mendidik anak sejatinya adalah memberikan contoh, kita sebagai orangtua adalah cermin pertama bagi anak-anak kita.
Thalabul 'ilmi adalah kunci untuk menjadi orangtua yang shalih, karena ilmu adalah cahaya penerang bagi kita untuk meraih predikat terbaik sebagai hamba Allah.
Dalam satu kesempatan, saya menghadiri majlis di sekolah anak saya, narasumbernya adalah seorang pemilik pesantren & pengasuh anak yatim Multazam Bandung yang memiliki 9 orang anak yang kesemuanya berhasil mencapai jenjang pendidikan yang tinggi. Dan beliau pun menitipkan doa untuk anak-anak yang sebaiknya dipanjatkan oleh para orangtua, dimana setelah membaca doa ini kita tiupkan di kepala anak-anak kita lalu kita kecup kening mereka. Selain doa yang baik tentunya kebiasaan ini akan membawa ketenangan dalam jiwa anak karena mengecup kening mereka akan membuat anak-anak merasa dicintai oleh orangtuanya.

Berikut doa yang beliau titipkan : Untuk anak perempuan : allahumma faqqihaa fiddiini wa'alim hatta' wil
untuk anak laki2 : allahumma faqqihuu fiddinii wa'alim hutta'wil

Wednesday, June 8, 2011

Ayah, Ibu, Sediakan Waktu 20 Menit untuk Anak

Ayah, Ibu, Sediakan Waktu 20 Menit untuk Anak
Aktivitas mendongeng dan membaca ialah bentuk pengasuhan berkualitas untuk membentuk perkembangan anak (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Penggiat Komunitas Dongeng Dakocan, Ivan Sumantri Bonang, menyarankan agar orang tua menyediakan waktu minimal 20 menit yang berkualitas untuk berkomunikasi dengan anak.

"Dalam konteks pendidikan di dalam keluarga, orang tua harus memiliki keterampilan untuk menerjemahkan prinsip pendidikan anak terutama usia dini," kata Ivan, salah seorang pendongeng di komunitas tersebut, di Bandarlampung, Selasa (24/5).

Penyediaan waktu yang berkualitas, lanjut dia, merupakan syarat dasar orang tua untuk menerjemahkan prinsip pendidikan anak usia dini di dalam keluarganya. "Sedianya orang tua harus menyediakan waktu berkualitas yang sebanyak-banyaknya untuk anak-anaknya. Namun karena keterbatasan waktu, maka minimal orang tua harus menyediakan waktu minimal 20 menit yang dapat memukau anak-anaknya agar prinsip-prinsip pengasuhan dapat dilaksanakan," ujar dia.

Thursday, May 19, 2011

Sumber Vitamin Terbaik tetap dari Makanan


Vitamin merupakan sahabat tubuh yang baik karena fungsinya yang beragam. Sekalipun hanya dalam jumlah sedikit, tetapi vitamin bersama mineral masing-masing memiliki fungsi khusus dan termasuk dalam gizi utama yang dibutuhkan tubuh.

Vitamin merupakan suatu molekul organik yang sangat diperlukan tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Vitamin ini tidak bisa dihasilkan oleh tubuh dan harus dipenuhi dari luar tubuh atau melalui makanan.

Belakangan ini makin banyak dijual makanan tambahan atau food suplement dan vitamin. Ada yang berbentuk cair, tablet, atau kapsul. Alasan kepraktisan dan pola makan yang sembarangan menjadi alasan banyak orang di perkotaan untuk mengonsumsi suplemen tersebut.

Kendati demikian, dr.Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, ahli gizi klinik dari Klinik Semanggi, menyarankan agar kita memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin secara alami, yakni dari buah-buahan dan sayur.

"Kalau kita mengonsumsi suplemen vitamin, isinya hanya vitamin saja. Lebih baik mengasup buah atau sayur karena di dalamnya juga terkandung vitamin dan mineral, serat, cairan, serta fitokemikal lain yang penting," kata Fiastuti.

Selain itu vitamin yang berasal dari suplemen, apalagi jika dosisnya tinggi bisa meningkatkan risiko tubuh kelebihan vitamin. Soalnya, bisa jadi tubuh kita sebenarnya hanya kekurangan vitamin tertentu. Jika kita mengonsumsi suplemen kompleks, kita juga akan mendapatkan vitamin yang mungkin tidak dibutuhkan tubuh.

Vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin B dan C, juga tidak bisa disimpan dalam jumlah banyak di tubuh. "Kelebihan vitamin ini akan dikeluarkan lewat urin," kata Fiastuti. Dengan demikian akan mubazir jika kita mengonsumsi vitamin larut air dalam dosis tinggi.

Sumber : http://forum.detik.com

Sunday, May 1, 2011

Batita: Ketrampilan Sosial

Toddler: Social Skills

Memahami Ketrampilan Sosial Batita yang Belum Terlalu Baik 
Batita sangat senang dengan sesama mereka. Bermain dengan anak-anak lain dengan teratur membuat batita menumbuhkan hubungan yang penuh kasih sayang yang dapat berlangsung lama.
Tentu saja batita baru saja belajar mengenai ketrampilan sosial. Seorang anak yang berusia 18 bulan tidak bisa memahami sudut pandang anak lain, dan baru beberapa tahun kemudian mereka akan benar-benar bisa berbagi mainan, menyelesaikan pertengkaran dan menghormati kebutuhan dan hak orang lain.
Jadi, bila batita sedang bersama, kemungkinannya adalah beberapa perilaku sosial yang biasa dimiliki batita akan muncul.
1.      Mengamati
Batita seringkali hanya berdiri dan mengawasi anak-anak lain bermain. Yang terbaik adalah untuk tidak memaksa merekauntuk berlaku sibuk. Mengamati adalah cara mereka belajar mengenai satu sama lain.
2.      Bermain bersama
Batita muda seringkali bermain bersebelahan, melakukan hal yang sama. Walaupun mereka tampak hanya memperhatikan diri sendiri, mereka sebenarnya tetap menyadari satu sama lain. Seringkali mereka meniru satu sama lain dan kemungkinan juga mereka memiliki rasa kebersamaan yang akan menjadi dasar bagi bermain yang lebih saling melibatkan di kemudian hari.
3.      Empati
Ketika batita satu kesakitan, batita lain bisa ikut menangis karena simpati. Seorang teman mengenang saat satu kelompok bermain tiba-tiba menangis bersamaan ketika lutut salah seorang dari mereka tergores, dan seorang ayah menceritakan bahwa kalimat pertama anaknya adalah "Joey menangis," diucapkan ketika teman batitanya terbangun dari tidurnya.
4.      Menusuk, Mendorong dan Memukul
Walaupun mereka memiliki perasaan yang ramah, batita tidak selalu memahami bahwa tindakan mereka dapat menyakitkan. Mereka cenderung memperlakukan batita lain seperti obyek. Ketika mereka menusuk atau memukul teman bermainnya, mereka membutuhkan seorang dewasa untuk menghentikan perilaku agresif ini dengan segera dan tenang, dan kemudian segera memindahkan anak-anak ke permainan yang lebih bersahabat.
5.      Merebut Mainan
Batita tidak memiliki kapasitas untuk benar-benar berbagi. Ketika mereka melihat mainan di rak, batita akan datang dan mengambilnya. Bila mereka melihat mainan di tangan anak lain, mereka akan melakukan hal yang sama. Mereka bukannya egois atau tamak di usia ini. Mereka hanya menjadi dirinya sendiri. Batita harus diajarkan untuk tidak merebut mainan bila seorang anak sedang memainkannya. Anda dapat mengambil mainan dari yang merebut dan mengembalikannya kepada batita yang tadi memainkannya sambil berkata, "Kalau Sarah sudah selesai memainkan truk ini, kamu bisa mendapat giliran." Kemudian, bila anak pertama selesai bermain dengan mainan itu, pastikan anak kedua memiliki peluang untuk bermain dengannya. Bila ada batita yang datang berkunjung, Anda mungkin perlu memberikan mainan yang sama, karena berbagi itu sangat sulit pada usia ini.
Di atas semua itu, bersabarlah dengan teman-teman batita dan perhatikan rasa sayang dan konflik yang timbul dalam permainan mereka. Bila Anda mengamati kejadian yang positif, peristiwa negatif akan tampak tidak terlalu penting. Butuh waktu bertahun-tahun untuk mempelajari ketrampilan sosial, tapi Anda dapat memberikan awal yang baik bagi batita Anda sekarang.

http://www.huggies.co.id

Wednesday, April 27, 2011

Lima "Dosa" Kecantikan

Kamis, 28 April 2011, 09:01 WIB
Mutia Nugraheni, Febry Abbdinnah

Banyak wanita membuat kesalahan perawatan yang sebenarnya baik untuk kulit.

 
Anda pasti berharap mendapatkan kulit yang bersinar, mulus, dan cantik dengan melakukan perawatan khusus. Namun, banyak  yang membuat kesalahan perawatan yang sebenarnya baik untuk kulit.
Ketahui lima "dosa" kecantikan yang dilansir dari Shine, agar Anda bisa menghindarinya.

Arti Tangisan Pria

Kamis, 28 April 2011, 07:37 WIB
Mutia Nugraheni

Dari tangisan, Anda bisa melihat kepribadian si dia atau hal yang sedang dialaminya.

Menangis adalah hal wajar sebagai pelampiasan emosi. Dari tangisan, Anda juga bisa melihat kepribadian seseorang atau hal lain yang sedang dialaminya.

Dibandingkan wanita, pria memang cenderung jarang menangis. Jika memang Anda menemukan pasangan atau teman pria sedang menangis, cobalah untuk memperhatikannya, dan ketahui empat arti tangisan pria berikut, seperti dilansir dari Shine.

Saturday, April 16, 2011

Pola Pengasuhan Cina & Barat, apa yang kita pilih?

REPUBLIKA.CO.ID, Anda pernah membaca buku Battle Hymn of the Tiger Mother? Karya Amy Chua ini merupakan best seller tengah yang menjadi perbincangan warga dunia. Dalam memoarnya, ibu dari Sophia (18 tahun) dan Louisa (14 tahun) itu menceritakan kesuksesan serta kesalahan yang dibuatnya dalam mengasuh anak dengan gaya tradisional Cina. Orang tua Cina memang terkenal otoriter. Kedisiplinan dan kerja keras demi menggapai sukses mereka pertahankan di manapun berada. “Ini menjadi nilai yang diakui bersama oleh warga Cina,” jelas sosiolog Erna Karim.
Di satu sisi, Amy mendapat acungan jempol atas hasil pengasuhannya. Di usia 14 tahun, jemari si sulung, Sophia, lincah menari-nari di atas tuts piano di Carnegie Hall. Sedangkan, adiknya, Louisa memainkan biola tanpa sedikitpun nada sumbang. Seolah memenuhi tuntutan sang bunda, keduanya juga tampil sebagai jagoan akademik.

Wednesday, April 6, 2011

6 Gangguan Yang Membahayakan Janin

Sampai saat ini para ilmuwan “mencatat” ada sekitar 6 “ancaman” yang mengancam keselamatan anak sejak masih dalam kandungan.

1. Kanker. Paparan polusi udara makin memburuk di kota-kota besar. Penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah ibu di wilayah Manhattan dan Bronx Selatan, New York,  mengungkap asap kendaraan bermotor yang terhirup memicu bayi lahir dengan berat badan rendah dan terjadinya malformasi organ jantung (pembentukan jantung yang kurang sempurna). Zat polutan yang ditemukan para peneliti pada ibu di wilayah Manhattan dan Bronx Selatan, Amerika adalah polycyclic aromatic hydrocarbons (disingkat PAHs). Yaitu, polutan yang ditemukan pada asap kendaraan bermotor, rokok dan asap pabrik. Paparan PAHs selama hamil bisa menyebabkan kerusakan DNA yang meningkatkan risiko kanker dan menyebabkan bayi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami keterlambatan perkembangan kecerdasan di usia 3 tahun.

2. Penyakit Jantung. Hasil studi tim peneliti David Barker menunjukkan, asupan makanan yang inadekuat (kurang) pada ibu selama hamil, membuat janin mengalihkan nutrisi yang yang masuk atau terserap untuk perkembangan organ-organ paling vital, yaitu otak. Sementara itu, perkembangan organ lain jadi sedikit “diabaikan”, dan pada akhirnya dalam 20 tahun berikutnya kerja jantung jadi lemah. Bayi lahir dengan berat badan kurang akibat asupan gizi ibu selama hami yang kurang berisiko penyakit jantung karena asupan makanan yang kurang mengganggu perkembangan jantung.

3. Obesitas. Studi dilakukan oleh para peneliti dari Harvard Medical School dalam jangka panjang mengungkap: semakin besar pertambahan berat badan calon ibu selama hamil, semakin besar risiko anaknya akan mengalami obesitas mulai usianya 3 tahun. Studi lanjutan yang masih berkait dengan studi pertama tadi memperlihatkan adanya kaitan pertambahan berat badan yang berlebihan pada ibu selama kehamilan menyebabkan bayi dalam kandungan berisiko tinggi mengalami obesitas ketika menginjak usia remaja.

4. Diabetes. “Saya selalu menanyakan berat lahir kepada para pasien diabetes yang saya tangani,” demikian ujar Mary-Elizabeth Patti, asisten profesor pada Harvard Medical School. Pakar yang juga dokter dan peneliti pada Joslin Diabetes Center, Amerika ini mengungkap kaitan erat antara risiko diabetes dan berat lahir rendah. Sama dengan risiko penyakit jantung, diabetes di masa dewasa, dipicu oleh asupan gizi yang kurang. Sebaliknya, pertambahan berat badan pada ibu hamil yang berlebihan juga memicu terjadinya gangguan metabolisme pada janin. Risiko diabetes pun menghadang anak kelak.

5. Schizophrenia. Kondisi selama hamil ternyata juga mempengaruhi temperamen, kecerdasan dan kesehatan mental anak hingga dewasa kelak. Studi mengungkap ibu hamil yang membiarkan dirinya kelaparan atau berada dalam kondisi stres berisiko tinggi melahirkan anak yang mengalami schizophrenia (gangguan mental yang kompleks). Catherine Monk, asisten profesor psikiatri pada Universitas Columbia, Amerika, menemukan mood ibu bahkan sebelum hamil berpengaruh pada perkembangan psikologis dan mental anak. Tim peneliti ini masih berusaha menemukan, bagaimana mood ibu secara langsung mempengaruhi perkembangan janin. Ibu hamil stres dan kelaparan cenderung melahirkan anak dengan schirzophrenia karena nutrisi yang kurang akan mengganggu perkembangan saraf.

6. Depresi. Riset menemukan, risiko tinggi kelahiran prematur plus berat badan lahir rendah pada bayi yang ibunya mengalami depresi. Para peneliti juga mengungkap adanya kemungkinan mood ibu berkaitan langsung dengan sensitivitas janin terhadap stres dan akibatnya membentuk temperamen buruk setelah bayi lahir. 

sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/6.gangguan.yang.membahayakan.janin/001/001/1799/3

Thursday, March 31, 2011

Mengecek Kemampuan Bicara Anak Sesuai Usia

Vera Farah Bararah - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Orangtua terkadang bingung karena pada usia tertentu anaknya belum bisa berbicara. Hal ini membuat orangtua bertanya apakah kondisi tersebut masih terbilang normal atau justru menandakan adanya gangguan.

Ike R Sugianto, Psi, seorang psikolog anak menuturkan untuk mengetahui apakah anak mengalami gangguan bicara atau tidak perlu diperhatikan tahapan dari perkembangan bicara anak. Berikut ini tahapan perkembangan bicara dan bahasa yang dialami anak yaitu:

Wednesday, March 30, 2011

Durasi Pemberian ASI Pengaruhi Ukuran Otak

Mereka yang mendapat asupan ASI eksklusif cenderung memiliki kecerdasan lebih baik.

Pipiet Tri Noorastuti
 
VIVAnews - Air susu ibu atau ASI merupakan nutrisi terbaik untuk tumbuh kembang bayi. Berbagai studi terus memperkuat argumen ini seperti yang dilakukan para ilmuwan dari Durham University yang menemukan kaitan langsung antara ukuran otak dengan durasi memperoleh ASI.

“Penelitian ini mendukung teori bahwa pemberian ASI dan perkembangan otak saling berhubungan,“ ujar Profesor Robert Burton, salah satu peneliti sekaligus penulis studi, seperti dikutip dari laman Telegraph.

Wednesday, March 23, 2011

Belajar Mandiri: dari mana mulai?

29/09/2010
Dari mana mulai mengajarkan belajar mandiri? Apa yang bisa dilakukan agar anak bisa menjadi pembelajar mandiri?
Dalam hal ketrampilan, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah membangun ketrampilan untuk menceritakan ulang. Orangtua terbiasa memberikan perhatian pada hal-hal yang dilakukan anak-anak dan terbiasa bertanya. Proses ini disukai anak-anak karena mereka menikmati perhatian dari orangtuanya. Pada saat bersamaan, mereka sebenarnya sedang belajar banyak hal, mulai konsentrasi, perhatian, mengingat, membangun logika, dan berkomunikasi.

**
Dalam pengalaman keluarga kami, kegiatan yang terlihat sepele ini kami coba lakukan dengan sadar dan sungguh-sungguh. Begitu anak mulai bisa berkomunikasi, kami berusaha menjalin komunikasi dengan mereka dengan memperbesar ruang bagi mereka untuk bercerita/berpendapat. Kami berusaha untuk sering bertanya kepada anak-anak mengenai apa yang mereka tonton atau kegiatan yang baru mereka lakukan.
Setelah mereka sudah bisa membaca dan mulai suka membaca, kami berusaha untuk sering bertanya tentang apa yang mereka baca. Sambil bertanya, kami juga berusaha memberikan feedbacak dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan untuk memperdalam cerita mereka.
Untuk mengajarkan anak-anak kemampuan menceritakan ulang, kami bahkan secara khusus melakukan program membaca dan menceritakan ulang. Anak-anak kami minta memilih salah satu judul berita/artikel dari Koran Anak-anak untuk dibaca. Kemudian kami minta mereka untuk menceritakan apa yang baru saja mereka baca. Kegiatan ini kami lakukan secara rutin, hampir setiap hari, dalam jangka waktu yang cukup lama.
**
Beberapa tahun setelah kegiatan semacam itu menjadi bagian keseharian kami, tapi tak lagi dilakukan secara rutin, kami mulai merasakan manfaatnya. Anak-anak terbiasa membaca dan mengambil kesimpulan, bukan pasif minta diajari. Mereka juga terbiasa menceritakan ulang dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang baru saja mereka baca.
Satu hal yang cukup mengejutkan bagi kami, saat ini Yudhis (9) sudah mulai bisa dilepas untuk membaca buku pelajaran sendiri. Dia membaca satu bagian buku dan dia bisa menceritakan ulang materi yang baru dibacanya atau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan. Kalau ada materi yang belum dimengertinya, dia memilih untuk datang kepada kami dan bertanya, sebelum menyelesaikan materi yang dibacanya.
Beberapa materi seperti Matematika, IPA, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan pengetahuan umum sudah relatif bisa dilepas dengan metode ini. Sementara materi yang padat teks dan agak teoritis seperti IPS dan PKN belum sepenuhnya bisa.
Dengan proses yang berjalan hingga saat ini, kami semakin yakin bahwa proses mengajar (seperti di sekolah) itu sebenarnya bisa diminimalkan. Ternyata anak bisa diajarkan untuk mandiri sejak kecil. Dan ketika anak semakin mandiri dalam belajar, peran terbesar orangtua dalam homeschooling sebenarnya bukanlah menjadi guru/pengajar, tetapi lebih pada peran sebagai fasilitator dan dinamisator untuk proses belajar yang mereka jalani.

sumber : http://rumahinspirasi.com/homeschooling/belajar-mandiri-dari-mana-mulai

Tuesday, March 22, 2011

Blog Writing Advice We Can Take From a Few Pre-Internet Writers

by Jack Humphrey on Mar 20

Guest Post by Tara Miller
Ah, the Internet–a wonderful conglomeration of humanity, a place that is both physically manifested and ethereal. It’s more of a state-of-mind really. As a writer, of course, what interests me most about the Internet is its trafficking of words, literally trillions of them or perhaps even more, every single day. At no other time or place in the history of the human race have we been graced with such a powerful communication tool. While I’m fascinated by the unique prose styling of Internet blogging, I’ve always been of a mind that good writing is just good writing, plain and simple.
To prove my hypothesis, I will here present a few dead folks who wrote and knew what they were talking about. But if you think that good advice, of the writing variety or otherwise, is specific to a particular time and place, think again. Speaking from the grave, these guys can help you with your blogging, too.
1. Ernest Hemingway.
Old Papa talked about the finer points of writing ad nauseam throughout his illustrious career. If I had to pick one piece of Hemingway’s advice that would apply to writers of our ilk–the blogging subspecies–I’d go with this one:
“Prose is architecture, not interior decoration. The Baroque is over.”
More than half a century after Hemingway uttered these words, it still holds true. The Baroque is still over, and it’s becoming an ever-shrinking spot in our rearview mirrors. Good blog writing is simple, but not simplistic; fresh, but not frilly.
2. Josh Billings.
This dead American guy from the 19th century is perhaps not as well-known as the more popular humorist of the age, Mark Twain. But he wrote a few things that made people laugh back in the day, and he shared some quips of wisdom that still ring true. One in particular stands out in terms of the blogosphere:
“About the most originality that any writer can hope to achieve honestly is to steal with good judgment.”
As writers, we of course try, every day, to come up with something new, something fresh, something people have only dreamed of. The sad truth is that pretty much everything has already been written, and the Internet, in all its mimetic glory, stands as an undeniable testament to this truth. When blogging, remember to draw from different sources. Remember to strategize well-placed hyperlinks so your readers can play in the same areas of your Internet stomping grounds, such that your vision (although borrowed) will be shared with your audience.
3. Rainier Maria Rilke
This dead German poet wrote a great deal about life and its nuances. His most famous prose book, “Letters to a Young Poet” is a manifesto on all aspects of the creative process. Rilke draws upon the Bigger Questions to get to the heart of what it means to be an artist. And yes, even though we are only bloggers, mere mortals, we are also artists. Here’s a good one:
“For one human being to love another; that is perhaps the most difficult of all our tasks, the ultimate, the last test and proof, the work for which all other work is but preparation.”
This is a truth that perhaps no one knows as keenly as the blogger does. Injecting ourselves into a vast forum of millions of people, and then exposing ourselves–rendering the thoughts we hold nearest and dearest completely vulnerable–all of that takes balls. But more than that, it takes love. For those of you who’ve had to deal with trolls, with comment wars, and the like, you should never forget what this whole blogging business is about. For most people who blog, it’s not about the money, unless you happen to hit it big. Blogging is, at its most basic level, an act of love. And that is the most difficult part about it all, but it is also the most rewarding.
By-line:
This guest contribution was submitted by Tara Miller, who regularly writes for psychology degree.  She welcomes your comments at her email Id: miller.tara23@gmail.com.

Monday, March 21, 2011

10 'Pembunuh' Rasa Cinta

Rasa bosan bisa muncul lebih cepat, yaitu ketika hubungan memasuki usia 3 tahun.

Petti Lubis
 
VIVAnews - Stres kerja dan tak lagi menjaga penampilan merupakan dua dari beberapa hal yang bisa melunturkan rasa cinta di antara pasangan masa kini. Demikian halnya seperti yang diungkap dari survey terbaru.

Survey yang dilakukan rumah produksi, Warner Brothers untuk promosikan film terbaru 'Hall Pass', menemukan bahwa pada usia pacaran atau perkawinan tertentu, umumnya pasangan dapat merasakan kebosanan. Dulu, banyak pasangan mengalami kebosanan pada usia hubungan menginjak 7 tahun. Tapi, kini rasa bosan bisa muncul lebih cepat, yaitu ketika hubungan memasuki usia 3 tahun.

Sekitar 2000 orang dewasa asal Inggris, yang sedang menjalani hubungan asmara jangka pendek atau jangka panjang berpartisipasi dalam survey ini.

Hasilnya, 67 persen dari responden mengungkapkan bahwa kebiasaan tertentu pasangan bisa menjadi penyebab rasa cinta lebih cepat pudar. Misalnya, makin lama usia hubungan, umumnya makin jarang memuji atau menerima pujian dari pasangan. Terbukti, 3 dari 10 responden yang telah berhubungan selama 5 tahun atau lebih, mengaku tidak pernah lagi mendapat pujian.

Hasil survey juga menunjukkan, tidak ada laginya waktu untuk diri sediri juga bisa menjadi 'biang keladi' melunturnya rasa cinta. Tiga perempat dari responden menyatakan, memiliki waktu untuk diri sendiri itu sangat penting dalam hubungan.

Sepertiga dari responden mengakui bahwa mereka perlu menghabiskan waktu sendiri atau bersama teman-teman setidaknyanya dua hari dalam sebulan. Tujuannya agar mereka tidak cepat jenuh dalam hubungan.

Lantas, apa saja yang dapat melunturkan rasa cinta seseorang? Sesuai hasil survey, berikut 10 hal yang bisa memudarkan kemesraan, seperti dikutip dari laman Shine:

1. Kenaikan berat badan, sebanyak 13 persen
2. Beda pendapat soal mengelola keuangan, sebanyak 11 persen
3. Jam kerja yang tinggi sehingga tidak punya kehidupan sosial, sebanyak 10 persen
4. Kebiasaan jorok, sebanyak 9 persen
5. Masalah keluarga besar, sebanyak 9 persen
6. Kurang bermesraan (bercinta, perhatian, dll), sebanyak 8 persen
7. Masalah kecanduan alkohol, 7 persen
8. Gangguan tidur, seperti mendengkur, sebanyak 6 persen
9. Tak menjaga penampilan, sebanyak 4 persen
10. Kebiasaan buruk di kamar mandi (meletakkan handuk sembarangan) sebanyak 4 persen.


• VIVAnews

Friday, March 18, 2011

Tanda-tanda Anda Diperbudak Pekerjaan

Kondisi ini membuat pekerja tetap bekerja meskipun sedang berlibur dan tanpa dibayar.
Petti Lubis, Mutia Nugraheni 
 
 
 
VIVAnews - Saat ini makin banyak karyawan yang mengalami 'sindroma kehilangan liburan'. Gangguan ini membuat pekerja tetap bekerja meskipun sedang berlibur dan tanpa dibayar.

Kondisi tersebut kemungkinan disebabkan kemajuan teknologi. Adanya ponsel pintar dan laptop memungkinkan seorang pekerja bisa dihubungi kapan saja oleh atasannya untuk bekerja, dan mereka tidak menyampaikan keberatan dengan hal itu.

Menurut situs Expedia.com, dari survei yang mereka lakukan para pekerja bahkan merasa bersalah saat mengambil cuti tahunan yang merupakan haknya. Keadaan inilah yang bisa disebut sebagai tanda, Anda sedang diperbudak pekerjaan.

Padahal, situasi tersebut berdampak buruk pada kesehatan, hubungan keluarga dan kehidupan sosial. Bahkan pada beberapa kasus kebiasaan tersebut malah tidak baik bagi perkembangan perusahaan itu sendiri. Kondisi ini menurut Nick Deligiannis, kepala perusahaan perekrutan karyawan, Hays, dipengaruhi oleh situasi ekonomi yang menurun.

"Kondisi ekonomi saat ini, membuat perusahaan sangat ketat dalam menerima karyawan. Pekerja jadi memiliki beban pekerjaan yang sangat tinggi, mereka pun sering pulang larut malam, bekerja pada akhir pekan atau selama liburan," kata Nick Deligiannis, seperti dikutip dari thebigchair.com.au.

Penelitian di Amerika Serikat menemukan, pekerja wanita juga mengalami 'sindroma kehilangan liburan'. Deligiannis mengatakan, ada batas yang kabur antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, terutama disebabkan keyakinan setiap pekerja sangat penting untuk mengambil tanggung jawab lebih.

Hal ini mungkin berasal dari sebuah persepsi tidak akurat mengenai peran atau deskripsi pekerjaan yang mereka miliki. Atau, hal yang lebih sederhana, yaitu ketidakmampuan atau ketidakpercayaan atasan untuk mendelegasikan pekerjaannya pada bawahan.

Bagi sebagian karyawan, apa yang menjadi penting adalah tidak hanya bagaimana mereka terlihat oleh orang lain, tetapi juga bagaimana mereka melihat diri sendiri. Dalam kasus lain, mengaburkan garis berasal dari minat yang tulus dalam pekerjaan.

"Jangan biarkan diri Anda diperbudak PDA atau laptop. Batasi diri untuk memeriksa email atau pesan yang masuk saat sarapan, makan siang dan mkan malam. Cara ini membuat Anda lebih disiplin untuk memberikan waktu pada diri sendiri agar memiliki waktu bersantai. Orang yang profesional adalah orang yang tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam pekerjaan dan tidak memiliki kehidupan pribadi," kata Deligiannis.

• VIVAnews

Monday, March 14, 2011

Mengolah Otak Tengah, Melahirkan Anak Berkepribadian Unggul


Mengolah Otak Tengah, Melahirkan Anak Berkepribadian Unggul

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN--Jangan remehkan otak tengah. Membuat anak menjadi jenius, memiliki kepribadian positif dan memiliki kemampuan lebih dibandingkan anak-anak lainnya dapat dilakukan dengan mengaktifkan otak tengahnya, ujar seorang praktisi pengembangan pendidikan anak.

Direktur Genius Mind Consultacy (GMC) Yusnelli Lona di Medan, Ahad, mengatakan, otak tengah adalah jembatan yang menghubungkan dan menyeimbangakn fungsi otak kiri dan otak kanan, dan untuk mengaktifkannya dapat dilakukan dengan metode "Blindfold Reading Method".

Metode tersebut merupakan cara yang didesain untuk mengaktifkan kemampuan otak tengah supaya dapat menyeimbangakan otak kiri dan otak kanan.

Ia mengatakan, dewasa ini terdapat berbagai metode untuk mengaktifkan fungsi dan kemampuan otak. "Mengaktifkan otak tengah kerap menggunakan kekuatan supranatural, meditasi atau hipnotis, tetapi bisa juga melalui pendidikan secara alami dan hanya membutuhkan waktu satu setengah hari atau 14 jam," katanya.

Menurut dia, otak tengah memungkinkan otak kiri maupun otak kanan berfungsi secara optimal. Pengaktifan otak tengah mengembalikan kekuatan otak pada keadaan semula yang dapat menjadikan anak genius.

Ketika otak tengah diaktifkan, anak akan memiliki akses yang mudah, baik ke otak kiri maupun kanan. Dengan akses yang mudah tersebut, anak akan belajar membaca dan menghafal benda-benda dalam kecepatan yang lebih tinggi.

"Dengan demikian akan meningkatkan keyakinan, minat dan konsentrasi anak dalam belajar. Aktivasi otak tengah ini hanya dapat dilakukan terhadap anak di bawah usia 15 tahun," katanya.

Menurut dia, banyak manfaat yang diperoleh dengan mengaktifkan otak tengah, di antaranya dapat meningkatkan konsentrasi anak, meningkatkan daya ingat, meningkatkan kreativitas, membentuk karakter positif dan membuat emosi anak lebih stabil.

"Otak tengah yang teraktivasi akan memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar yang memancar dari hidung dan telinga," katanya.
Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara

Apa Sih, Dampak Anak di Depan Komputer/TV Tak Lebih dari Dua Jam?

Sunday, March 13, 2011

Kekuatan Wanita Bagi Kehidupan


Wanita Bekerja (www.imagine.com)

Wanita dapat berkembang jika memiliki mimpi, usaha, dukungan, dan kepercayaan diri. 
 
VIVAnews - Wanita adalah sumber kehidupan. Jika wanita tidak ada di muka bumi, maka tidak pernah ada kehidupan, bahkan peradaban. Namun nyatanya, banyak wanita dipandang sebelah mata. Banyak wanita berjuang demi mendapatkan kesetaraan di tengah persaingan gender.

Sungguh merupakan setetes embun mengetahui ada wanita-wanita yang dapat mencapai cita-citanya. Tanpa takut akan perbedaan dan persaingan dengan pria.

"Perbedaan kita adalah kekuatan kita. Jangan karena berbeda, Anda menjadi minder, justru anggap perbedaan tersebut sebagai kita yang dapat mengatur kekuatan untuk menciptakan perbedaan di dunia," ujar Lisa P Jackson, Environmental Protection Agency Administrator, pada peringatan Hari Wanita Sedunia di @america, Selasa, 10 Maret 2011.

Ada hal yang selalu menarik disimak dari kehidupan wanita di tengah dunia kerja dan kehidupan keluarga. Tidak sedikit wanita yang dapat menjaga keseimbangan di antara keduanya seperti Herawati Sudoyo, Deputi Direktur Eijkman Institite, Eniya Listiani Dewi, peraih Habibie Award 2010 untuk Engineering Source, Kerri-Ann Jones, asisten meteri luar negeri, dan Lisa P Jackson.

Dalam acara peringatan hari besar untuk wanita di seluruh dunia itu, keempatnya sepakat bahwa wanita dapat berkembang dan bersaing dengan pria jika memiliki mimpi, usaha yang kuat, link-link kerja, orang-orang yang selalu mendukung, kepercayaan diri.

"Di Indonesia, banyak wanita yang mampu melanjutkan studi hingga kuliah, namun hanya sedikit dari mereka yang mendapatkan pekerjaan yang sesuai," ujar Herawati Sudoyo. Hal ini tentu membuktikan bahwa wanita Indonesia masih belum dapat memercayai kemampuannya sendiri.
Karena itulah, masih banyak yang harus dilakukan untuk mencapai kesetaraan. Tidak hanya memiliki mimpi, namun mampu berusaha keras menggapai mimpi tersebut.

• Pipiet Tri Noorastuti, Febry Abbdinnah, VIVAnews

Wednesday, March 9, 2011

Cara Terbaik Latih Disiplin Anak

VIVAnews
Disiplin anak
VIVAnews - Tak mudah mengajarkan disiplin pada anak. Bila pendekatannya sampai salah, alih-alih mengikuti nasihat Anda, yang terjadi mereka justru akan memberontak.
Lupakan mendidik anak dengan menonjolkan kekuasaan orang dewasa, misalnya memarahi atau memukul. Karena hal ini akan mengajari si kecil untuk melawan.
Membimbing anak adalah sesuatu yang perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sentuhan kasih sayang. Ingin tahu bagaimana mendidiknya, berikut ini caranya, dikutip dari laman Times of India.
- Jika ingin anak mengikuti kemauan Anda
Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua. Jika ingin membiasakan mereka melakukan sesuatu, Anda harus memberinya contoh. Misalnya, membuang sampah di tempat yang benar, merapikan tempat tidur setelah bangun atau mengunyah makanan tanpa bersuara.
- Jika anak-anak sulit diatur di tempat umum
Bersabarlah dan mencoba memberi pandangan yang baik pada mereka. Jika mereka masih tidak memperhatikan Anda, ancam dengan hukuman. Namun, ingat untuk tidak menaikkan nada suara Anda atau memukul mereka. Sebab, aksi itu hanya akan membuat mereka tambah nakal.
- Selalu memperlakukan anak sebagai orang dewasa
Mereka juga mencari rasa hormat dan kepentingan dari orang tua. Memberikan pujian karena berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, memberi kesempatan memutuskan baju yang akan dibeli, misalnya. Hal itu akan membuat mereka merasa dihargai.
- Cobalah untuk tidak memarahi
Jika anda ingin marah, sebenarnya itu hanya menunjukkan titik lemah Anda. Anak-anak akan dengan cepat menangkap reaksi Anda, bahkan bisa meniru perbuatan itu. Akan lebih baik, Anda mengarahkan mereka untuk melakukan sesuatu hal yang lebih positif.
- Jika anak melakukan kenakalan di depan orang lain
Jangan berteriak pada mereka. Tunggu sampai Anda kembali ke rumah atau orang lain tersebut menjauh. Kemudian menjelaskan secara tegas bahwa perilaku semacam ini tidak bisa diterima. Ingatkan juga pada mereka bahwa jika mengulangi perilaku ini, Anda akan memberikan hukuman.

Monday, March 7, 2011

Belajar berdasarkan jenis kecerdasan



Multiple Intelligences - Howard Gardner
Menurut teori Kecerdasan Majemuk, setiap jenis kecerdasan memiliki metode/cara belajar yang berbeda-beda. Bukan berarti mereka tak bisa menerima metode/cara belajar yang lain. Tetapi, cara belajar tertentu memberikan penyerapan yang lebih baik bagi mereka. Inilah metode/cara belajar anak berdasarkan jenis-jenis kecerdasannya (“Menerapkan Multiple Intelligences di Sekolah”, Thomas Armstrong)
Metode Belajar Anak Cerdas Bahasa
  • kuliah
  • diskusi kelompok besar maupun kecil
  • buku-buku umum
  • kertas kerja
  • buku pedoman
  • brainstorming
  • menulis
  • permainan kata-kata
  • sharing
  • pidato siswa
  • bercerita
  • kaset/CD dan audiobook
  • bicara di depan umum secara spontan
  • debat
  • menulis jurnal
  • deklamasi
  • membaca untuk diri sendiri
  • membaca di depan kelas
  • menghafalkan fakta-fakta linguistik
  • merekam pembicaraan/pidato/wawancara
  • menggunakan word processor
  • publikasi (membuat majalah dinding)
Metode Belajar Anak Cerdas Matematis-Logis
  • soal-soal matematika
  • pertanyaan ala Socrates
  • demonstrasi ilmiah
  • latihan pemecahan dengan logis
  • klasifikasi dan kategorisasi
  • menciptakan kode
  • game dan teka-teki logika
  • kalkulasi dan kuantifikasi
  • pemrograman
  • penalaran ilmiah
  • presentasi suatu topik dengan urutan logis
Metode Belajar Anak Cerdas Spasial
  • grafik, diagram, peta
  • visualisasi
  • fotografi
  • video, slide, dan film
  • labirin dan teka-teki visual
  • kotak perangkat konstruksi 3D
  • apresiasi seni
  • pembacaan cerita imajinatif
  • metafora gambar
  • berkhayal kreatif
  • melukis, kolase, dan seni visual lain
  • sketsa gagasan
  • latihan berfikir visual
  • simbol grafis
  • mind-mapping dan pemetaan visual lainnya
  • software grafis komputer
  • mencari pola visual
  • ilusi optik
  • penggunaan warna
  • kegiatan yang membangkitkan kesadaran visual
  • software lukis-dan-gambar
  • software merancang dengan bantuan komputer
  • komik
Kecerdasan Kinestetis-Jasmani
  • gerakan kreatif
  • hands-on thinking
  • karyawisata
  • pantomim
  • teater kelas
  • game yang kooperatif dan kompetitif
  • latihan kesadaran fisik
  • semua bentuk kegiatan yang distimulasi gerak tubuh
  • prakarya (craft)
  • peta tubuh
  • memasak, berkebun, dan kegiatan “yang menyibukkan” lainnya
  • mengutak-atik barang
  • virtual reality software
  • konsep kinestetis-jasmani
  • kegiatan pendidikan jasmani
  • komunikasi dengan bahasa tubuh/isyarat
  • latihan-latihan relaksasi fisik
Kecerdasan Musik
  • konsep musik
  • bernyanyi, bersiul, bersenandung
  • memainkan lagu rekaman
  • memainkan lagu dengan piano, gitar, atau alat musik lain
  • bernyanyi bersama
  • apresiasi musik
  • bermain perkusi
  • irama, lagu, rap, senandung
  • menggunakan musik latar
  • menghubungkan nada dengan konsep tertentu
  • diskografi
  • menciptakan melodi baru untuk suatu konsep
  • mendengaran imaji musik dari dalam diri
  • software musik
Kecerdasan Interpersonal
  • kerja kelompok
  • interaksi interpersonal
  • menengahi konflik
  • mengajari teman sekelas
  • game dengan papan permainan
  • tutorial antar-angkatan
  • sesi curah gagasan dalam kelompok
  • berbagi rasa dengan teman sekelas
  • kegiatan kemasyarakatan
  • magang
  • simulasi
  • perkumpulan akademis
  • sofware interaktif
  • pesta atau pertemuan sosial
Kecerdasan Intrapersonal
  • belajar sendiri/mandiri
  • momentum mengekspresikan perasaan
  • pengajaran yang disusun sendiri
  • game dan kegiatan individual
  • ruang belajar pribadi
  • sesi refleksi
  • interest center
  • hubungan materi pelajaran dengan kehidupan pribadi
  • alternatif pilihan untuk pekerjaan rumah
  • waktu memilih
  • pengajaran-sendiri terencana
  • terbuka untuk kurikulum yg membangkitkan inspirasi atau motivasi
  • kegiatan yang mendukung penghargaan terhadap diri-sendiri
  • mengumpulkan jurnal
  • sesi perumusan tujuan
Kecerdasan Naturalis
  • jalan-jalan di alam terbuka
  • akuarium, terarium, dan ekosistem portabel lain
  • berkebun
  • membawa binatang piaraan ke kelas
  • video, film, film layar lebar ttg alam
  • peralatan studi alam (teropon, teleskop, mikroskop)
  • studi ekologi
  • tanaman sebagai dekorasi
  • belajar dengan melihat keluar jendela

About the author

Aar Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tips mengenali jenis kecerdasan anak



Kecerdasan Majemuk
Di dalam teori Multiple Intelligences atau  Kecerdasan Majemuk, dijelaskan bahwa kecerdasan itu tak hanya meliputi kecerdasan logis-matematis atau kecerdasan bahasa saja. Tetapi, banyak ragam lain kecerdasan yang mungkin dimiliki oleh anak.
Bagaimana mengenali jenis-jenis kecerdasan yang dimiliki anak kita?
Ada 2 cara mengenali jenis kecerdasan anak secara sederhana melalui pengamatan yang bisa dilakukan oleh orangtua/guru.
Apa bentuk/ekspresi “kenakalan” anak?
Kenakalan anak pada dasarnya adalah ekspresi pemberontakan yang dilakukannya ketika mereka merasa bosan/jenuh atau tidak nyaman dengan keadaan yang dialaminya. Ekspresi ini beragam pada setiap anak, sesuai dengan kecenderungan natural yang paling mencolok dalam dirinya.
Ada anak yang mengekspresikan pemberontakannya dengan asyik mengobrol dengan temannya (interpersonal), ada yang berlari-lari (fisik-kinestetis), ada yang mencoret-coret, ada yang melamun dan berkhayal, dan sebagainya.
Bagaimana anak mengisi waktu luang mereka?
Ketika anak diberi kebebasan untuk melakukan sesuatu tanpa sebuah perintah/tekanan, apa pilihan yang mereka lakukan? Itulah cermin dari hal-hal yang disukai dan menjadi minat alamiah anak. Dan dimungkinkan, itu merupakan salah satu jenis kecerdasan yang meonjol pada anak.
Ada anak-anak yang mengisi waktu luang dengan mendengarkan musik, membaca, menulis, olahraga, jalan-jalan, dan sebagainya.
Sederhana, kan? Mudah, murah dan cenderung efektif. Semua orangtua pasti bisa melakukannya di rumah.

About the author

Aar Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).